Amalan dan tata cara puasa mutih dengan benar agar tujuan bisa tercapai. Puasa mutih adalah dasar dari segala jenis ilmu mistik yang akan dipelajari. Dalam dunia mistik, menjalani puasa ini wajib hukumnya supaya energi dalam tubuh tetap stabil.
Tanpa syarat utama ini, maka jenis ilmu apapun akan sulit pengamalannya. Untuk melakukannya perlu bimbingan ahli spiritual. Jangan lakukan puasa ini sendiri tanpa bimbingan para ahli karena bisa berakibat fatal.
Puasa mutih berasal dari tradisi jawa yang bertujuan untuk menenangkan hati dan pikiran serta keperluan spiritual lainnya. Jenis puasa ini terbilang extrim karena tidak seperti menjalani puasa pada umumnya.
Dasar dari menjalani puasa ini adalah niat yang tulus dan konsiten apabila tidak ingin mengalami kegagalan. Efek kegagalan pada umumnya karena fisik yang semakin hari semakin melemah. Nutrisi yang kurang menyebabkan tubuh menjadi lemas karena hanya memakan nasi putih.
Oleh sebab itu, jangan lakukan puasa ini sendiri tanpa bimbingan. Apa lagi cuma bermodal dari sumber informasi yang belum tentu kebenarannya. Tanyakan terlebih dahulu kepada orang yang ahli dalam bidang spiritual sebelum menjalaninya.
Syarat puasa mutih
Puasa mutih artinya segala jenis makanan dan minuman tidak boleh bercampur dengan zat lainnya selain warna putih. Seperti nasi putih yang murni tanpa campuran lauk dan sebagainya. Begitu juga dengan air mineral, tidak boleh bercampur gula atau lain sebaginya.
Waktu untuk menjalani proses puasa adalah selama tujuh hari. Untuk memulai puasa sebaiknya lakukan pada tanggal 1 suro. Jika tanggal tersebut sudah terlewat sebaiknya lakukanlah pada awal bulan. Namun sangat direkomendasikan melakukannya pada bulan suro.
Waktu mejalankan dan berbuka sama seperti puasa pada umumnya. Yaitu mulai sebelum subuh dan berbuka setelah maghrib. Jumlah nasi untuk berbuka juga sama dengan jumlah sewaktu sahur. Jika 7 kepalan, maka berbuka dengan jumlah yang sama, begitu seterusnya.
Sebelum memulai atau mengamalkan puasa mutih, ada beberapa syarat yang harus dipatuhi. Sucikan hati dan pikiran dari prasangka buruk agar jiwa terasa tenang. Pastikan ada pendamping oleh orang yang ahli dalam bidang spiritual untuk menghindari kesalahan.
- Niat yang tulus
- Bukan didasari dari kebencian
- Menenangkan pikiran agar fokus
- Menghindari konflik yang terjadi
- Sehat rohani dan jasmani
Jika niat awal tidak baik dengan tujuan untuk balas dendam maka akan menghancurkan diri sendiri. Niat yang tulus dan kosnsistensi akan mempermudah proses dalam mejalani puasa mutih secara bertahap.
Tata cara puasa mutih
Niatkan sebelum berpusa dengan memilih salah satu versi mantra dibawah ini. Bacakan hanya satu kali saja.
Versi jawa kuno
“niat ingsun mutih, mugi pinaringan resik manah, padhang budi, lan rahayu.”
Versi bahasa arab
نَوَيْتُ أَنْ أَصُومَ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ تَعَالَى، وَأَسْأَلُهُ الْهِدَايَةَ وَصَلَاحَ الْقَلْبِ.
Nawaitu an aṣūma ibtighā’a wajhillāhi ta’ālā, wa as’aluhul-hidāyata wa ṣalāḥal-qalb.
Hari pertama puasa hanya memakan nasi putih sebanyak 7 kepalan dan air mineral 7 tegukan. Hari kedua 6 kepalan dan 6 tegukan air mineral, hari ketiga 5 kepalan dan 5 tegukan air. Begitu seterusnya hingga hari ke tujuh hanya memakan nasi 1 kepan dan air satu tegukan.
Setiap tengah malam duduklah bersila sambil membacakan mantra ini sebanyak 333x pada hari pertama. Tambah jumlah mantra ini dengan kelipatan 100 setiap harinya, hingga hari ke 7 sebanyak 933x.
Bacalah dengan khusuk dan fokus hingga selesai. Berikut ini ada dua versi bahasa mantra yang wajib dibacakan, pilih salah satunya.
Mantra jawa kuno
Sukṣma cipta, śuddha raga, padhang ing manah mami. Sakala mala sirna, rahayu langgeng anugraha hyang.
Bahasa arab dan latin
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي، وَزَكِّ نَفْسِي، وَاهْدِنِي إِلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيمِ .وَاجْعَلْ صِيَامِي سَبَبًا لِلنُّورِ وَالْحِكْمَةِ وَالْبَرَكَةِ
Allāhumma ṭahhir qalbī, wa zakkī nafsī, wahdinī ilāṣ-ṣirāṭil-mustaqīm. Waj‘al ṣiyāmī sababan lin-nūri wal-ḥikmati wal-barakah.
Jika awalnya anda memilih mantra jawa kuno, sebaiknya teruslah menggunakan versi mantra tersebut secara konsisten hingga hari ke tujuh. Jangan mengubah bacaan dari awalnya bahasa jawa kuno, kebahasa arab.
Amalan yang harus dibacakan
Sebagai tambahan, bacalah amalan ini pada hari terakhir puasa pada tengah malam ketujuh. Bacakan amalan ini sebanyak 999x untuk menyempurnakan dasar energi agar lebih kuat sambil duduk bersila.
Versi jawa
“Niat ingsun puasa mutih, supados putih batin kawulo, putih raga kawulo, tebihaken saking sedoyo keawonon lan caketaken kaliyan kesaean, saking kersaning Gusti Ingkang Maha Kuas.”
Arab dan latin
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fis samaa’i wa huwas samii’ul ‘aliim.
Fungsi amalan ini tidak hanya untuk memperkuat energi dalam diri. Tetapi juga akan menjadi benteng diri dari segala gangguan energi negatif ketika akan mengamalkan ilmu pemikat yang lain.
Ketika ingin mempelajari ilmu pelet, saat menjalani syarat dan ritual energi negatif bisa menempel dalam tubuh. Amalan puasa ini akan membentengi diri dari energi negatif. Sehingga saat dalam proses menjalani sebuah ilmu pelet akan tetap aman.
Setelah selesai menjani proses puasa selama 7 hari, tidurlah sepuasnya untuk mengumpulkan energi. Lalu bisa mempelajari semua jenis ilmu pelet yang anda inginkan.
Larangan yang harus di hindari
Dalam menjalankan amalan puasa mutih wajib dalam keadaan bersih. Ada beberapa larangan yang tidak boleh dilanggar karena akan menyebabkan kegagalan. Untuk itu persiapkan diri sebaik mungkin agar hajad bisa tercapai dengan sempurna.
- Tidak boleh minum akohol
- Berzina
- Berjudi
- Menghindari makanan lain selain nasi
- Menghindari minuman berwarna selain air mineral
- Mengucapkan bahasa yang tidak pantas dalam keadaan emosi
Larangan ini tidak hanya harus dipatuhi sebelum mejalankan puasa mutih. Tapi larangan ini juga harus dihindari pada saat mengamalkan puasa. Apabila terjadi pelanggaran, maka puasa tersebut tidak sah, dan wajib mengulang dari awal.
Kejujuran dalam menjalani proses puasa pada diri sendiri sangat penting. Jika melanggar pantangan namun terus melanjutkan puasa bisa merugikan diri sendiri. Karena dampak negatif dari puasa ini akan terlihat nyata seperti gangguan pada mental.
Untuk itu kejujuran sangat penting dalam proses mejalaninya, jujurlah pada diri sendiri. Agar segala keinginan bisa tercapai dengan mudah tanpa hambatan.
Jika anda merasa kesulitan untuk melakukan cara ini, silahkan hubungi kami melalui whatsapp untuk bantuan selanjutnya.